Tips Diet Ramadhan

Tips Diet Ramadhan

Memastikan diet yang masih bisa ramah di perut selama Ramadhan penting bagi pasien dengan penyakit ginjal. Pertimbangkan tip-tip berikut untuk diet sehat dan ramah-ginjal selama bulan suci:

Cara diet saat puasa secara umum:

  • Bagilah asupan makanan Anda menjadi tiga kali makan (Iftar, tengah malam, dan Suhoor).
  • Hindari sodium (garam dapur) dalam jumlah besar untuk mengontrol tekanan darah dan menghindari rasa haus sepanjang hari.
  • Hindari potasium dalam jumlah besar (dari sayuran, pisang, kurma, aprikot, buah ara, tomat, lentil, susu, dan kurma). Jika Anda memilih makan kurma, makan hanya 1-3 buah perhari.
  • Hindari fosfor dalam jumlah besar (dari kacang-kacangan, kacang-kacangan, produk susu, minuman berkarbonasi, dll.).
  • Rebus, panggang, atau bakar makanan Anda di tempat menggoreng.
  • Hindari daging olahan dan kalengan, ikan dan ayam, karena mengandung banyak garam.
  • Jangan berolahraga di siang hari, olahraga dimalam hari lebih baik.
  • Jangan mengkonsumsi banyak makanan sekaligus.
  • Kunyah makanan Anda dengan baik.

Suhoor:

  • Jangan lewatkan Suhoor. Untuk menghindari kelemahan dan kelelahan sepanjang hari, penting bahwa pasien dengan penyakit ginjal makan lebih banyak kalori daripada individu tanpa penyakit ginjal.
  • Tunda waktu sahur Anda hingga waktu Fajir.
  • Konsumsilah banyak protein.
  • Konsumsilah makanan yang lambat dicerna, kaya serat (seperti roti gandum, kacang-kacangan, salad, dan sayuran) yang akan membantu menopang Anda sepanjang hari.
  • Tingkatkan asupan serat Anda, seperti roti gandum, kacang-kacangan, salad, dan sayuran.
  • Hindari makan yang berat, terutama jika Anda kembali tidur setelah sahur.
  • Setelah makan, sistem pencernaan perlu mencerna makanan dan kemudian menyerap nutrisi. Beberapa makanan mudah dicerna (seperti nasi atau kentang), sementara yang lain (seperti daging atau gorengan) perlu waktu lama untuk dicerna. Sistem pencernaan melambat saat tidur.
  • Cobalah untuk mengonsumsi makanan rendah lemak, hindari makan besar, jalan-jalan dua jam setelah makan, dan kembali tidur tidak lebih cepat dari tiga jam setelah makan.
  • Tidur segera setelah mengkonsumsi makanan menyebabkan pencernaan yang tidak tepat, dan dapat menyebabkan masalah sembelit dan gas.

Buka puasa:

  • Makan saat memang sudah waktunya berbuka
  • Kurangi asupan yang manis-manis (seperti gelatin manis, selai, madu, puding, dan minuman manis).
  • Hindari aroma makanan atau visual makanan, karena meningkatkan nafsu makan dan kelaparan.
  • Tubuh Anda akan beradaptasi dan rasa lapar Anda akan mereda seiring Ramadhan berlangsung.
  • Jadikan makanan Anda rendah lemak (hindari makanan yang digoreng dan gunakan daging tanpa lemak, ayam tanpa kulit atau ikan panggang). Hindari makanan yang digoreng juga.
  • Berhati-hatilah untuk tidak minum lebih dari satu liter air / cairan setiap hari setelah berbuka puasa untuk mencegah retensi air yang dapat mempengaruhi jantung dan paru-paru.
  • Jangan makan berlebihan.

Minuman:

  • Ganti minuman berkafein (teh, cola, kopi) dengan yang tidak mengandung kafein, karena kafein bersifat diuretik dan menghabiskan cairan tubuh.
  • Waspadai garam yang mungkin ada di minuman.

Takjil:

  • Ganti makanan manis yang banyak gula dengan pudding, agar karena kedua mamakanan itu mengandung lebih banyak air, dan kaian bisa mengurangi sedikit gula saat membuatnya.
  • Ganti yang manis-manis dnegan buah-buahan yang tidak asam dan kaya akan air seperti semangka, melon dan buah lainnya.

shares